Minggu, 03 Januari 2016

Fathul Mujib D3-Sore (3115100917) Tugas Jurnal Ilmiah



TUGAS JURNAL ILMIAH
Dampak Game Terhadap Perkembangan Anak
                                                                               


Fathul Mujib
NIM(3115100917)
SEKOLAH TINGGI ILMU KOMPUTER
PGRI BANYUWANGI


Abstrak

Game merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan dari perkembangan seorang anak. Saat ini, bisnis game telah berkembang dengan pesat. Hal ini tercermin dari semakin menjamurnya pusat-pusat permainan (game center) di kota besar maupun kota kecil. Game sangat diminati oleh kalangan anak remaja hingga orang dewasa. Berkembangnya game tersebut diikuti pula oleh ketakutan para orang tua akan dampak yang akan ditimbulkan oleh game tersebut. Orang tua khawatir kalau nanti anaknya bermain game yang bukan untuk usianya dan tidak cocok untuk perkembangan kejiwaannya. Beberapa alasan awal para pecandu game tersebut lebih mementingkan gamenya dibandingkan kehidupan nyatanya adalah karena kurangnya perhatian orang tua. ketika si pecandu tersebut menjadi korban bullying di sekolahnya, anak jadi enggan memberitahu orang tua karena orang tua kurang peduli terhadap perkembangan anaknya disekolah dan akhirnya bermain game untuk menghilangkan emosi dan stress akibat bullying tadi. Lalu ada juga orang tua yang terlalu mendukung dan memfasilitasi anak dalam bermain game. Akibatnya si anak menjadi terlalu bebas dalam bermain game dan akan lebih banyak menghabiskan waktunya dengan bermain game. Sebagai orang tua seharusnya bisa lebih peduli terhadap perkembangan anaknya disekolah dan memberikan perhatian lebih terhadap si anak. Kemudian batasi waktu bermain anak, jangan biarkan anak bermain game terlalu lama dan masukkanlah si anak ke les akademik ataupun non-akademik untuk meningkatkan prestasinya di sekolah maupun di luar sekolah. Dengan cara itu mungkin saja si anak jadi bisa terhindar dari dampak negative games.
Kata Kunci : Dampak Game, Game, Warung Internet

1.    Pendahuluan

Saat ini, banyak warung internet yang telah menyediakan video games untuk para penikmat game sudah semakin menjamur di kota-kota besar bahkan di kota-kota kecil, dengan banyaknya warnet yang semakin menjamur itu dan semakin bervariasinya jenis games para penikmat game (gamers) semakin termanjakan karena kebutuhan mereka akan game semakin terpenuhi, mulai dari games konsol (jenis alat permainan yang menggunakan alat yaitu Stick untuk mempermudah dalam memainkan game. Contohnya Sega, Playstation 2, dll) maupun games online. Warnet yang menyediakan video games akan lebih menguntungkan dibanding dengan warnet yang hanya menyediakan fasillitas untuk browsing saja. Jumlah pengunjung tetap di warnet-warnet semakin meningkat, karena biaya warnet semakin murah dan berbagai jenis game telah berhasil menarik perhatian para pelajar.
Games online semakin diminati oleh banyak kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Pada awal kemunculan game di konsol (jenis alat permainan yang menggunakan alat yaitu Stick untuk mempermudah dalam memainkan game. Contohnya Sega, Playstation 2, dll), game hanya dapat dimainkan oleh satu atau dua orang saja, namun sejak kemunculan games online ini, ribuan orang dapat bermain dalam waktu yang bersamaan dan di dalam satu server dengan fasilitas jaringan internet yang dapat menghubungkan banyak komputer menjadi satu jaringan. Kedua jenis game ini bisa menimbulkan efek kecanduan. Efek kecanduan tersebut dapat dirasakan oleh gamer itu sendiri dan dapat pula dirasakan oleh pihak keluarga, mulai dari perkembangan sosial yang semakin menurun, prestasi akademik semakin menurun akibat terlalu sering bermain video games dan akhirnya meninggalkan aktifitas belajar di rumah ataupun di sekolah dan fisik para gamer dapat berubah secara drastis. Contohnya teman saya. Sebelum teman saya menjadi gamer, tadinya teman saya adalah anak yang cukup rajin dan aktif di ekstrakulikuler sekolah maupun kegiatan di lingkungan rumah. Namun sejak kelas 2 (dua) SMP, teman saya menjadi seorang gamer karena teman-teman saya yang lain mengajaknya bermain, dan ternyata menyenangkan. Sejak saat itu, teman saya menjadi gamer aktif, lalu teman saya jadi susah belajar dan sering menghabiskan waktu di dalam kamar atau di warnet dekat rumah dan menolak ajakan teman sekitar rumah untuk bermain. Ya mungkin awalnya para gamer itu bermain game untuk sekedar refreshing dari kesibukan dan menghilangkan kejenuhan di dunia nyata saja, namun lama kelamaan para gamer semakin kecanduan dan susah untuk meninggalkan aktifitas bermain games itu. Memang, games online lebih banyak menimbulkan efek negatif dibandingkan dengan efek positif. Namun efek positif  dari bermain games tetap ada, seperti para gamer professional yang sudah berkali-kali mengikuti turnament tingkat nasional atau mungkin tingkat dunia, dan berhasil memenangkan permainan dari pemain lainnya maka akan mendapatkan sejumlah uang yang tidak sedikit, dan juga uang permainan di games online dapat dijual menggunakan uang sungguhan, bagi penjual akan menguntungkan namun bagi pembeli akan merugikan karena mereka yang membeli uang di game dengan uang sungguhan akan menghabiskan banyak uang untuk keperluan gamenya, mulai dari membeli cash point untuk dapat membeli sejumlah item di dalam games untuk menjadi pemain terbaik.
Dari adanya game online tersebut, para gamer yang kebanyakan adalah usia pelajar akan semakin meninggalkan aktifitas akademik mereka dan menurunkan sifat sosial mereka karena mereka jarang bersosialisasi dengan teman-teman di lingkungan tempat tinggal maupun di lingkungan sekolah, mereka lebih banyak menghabiskan waktu untuk duduk di depan layar monitor dan bersosialisasi dengan sesama gamer di dalam game yang mereka mainkan. Contohnya teman saya. Sejak menjadi gamer, teman saya jadi susah sekali untuk diajak keluar oleh teman-teman saya. Entah itu keluar untuk bermain ataupun kegiatan lainnya. Teman saya lebih mementingkan game dibandingkan teman-teman dekat saya di rumah. Ya memang di game yang teman saya mainkan  tetap bersosialisasi dengan pemain lain, namun itu dapat membuat teman saya semakin melupakan teman-teman dan bahkan kehidupan didunia nyata, teman saya jadi mengorientasikan hidup hanya untuk game yang jelas itu tidaklah bagus untuk perkembangan untuk usia pelajar. banyak pelajar yang sering membolos sekolah hanya untuk bermain game yang mereka sukai dan jika mereka mempunyai komputer/laptop, game konsol seperti Playstation 2, Nintendo Wii atau yang lainnya dan mungkin game handheld (seperti Playstation Portable, Nintendo DS dan sebagainya), mereka akan lebih sering menghabiskan waktunya di dalam kamar untuk bermain game kesukaan mereka. Akibatnya, mereka akan semakin melupakan teman-teman yang ada dilingkungan mereka. Mungkin mereka hanya bermain bersama teman di sekolahnya saja, ketika mereka sampai rumah kebanyakaan pelajar yang telah kecanduan oleh games akan langsung pergi ke kamarnya dan bermain games. Pernah saya melihat banyak pelajar datang ke warnet di dekat rumah saya pada jam belajar berlangsung. Kebetulan waktu itu sekolah saya sedang ada “Class Meeting” jadi tidak masuk sekolah. Saat itu mereka dengan tenangnya bermain game kesukaan mereka, sampai kira-kira 1 jam berlalu dan tiba-tiba ada segerombolan guru SMP. Alhasil, mereka yang membolos sekolah tadi di seret oleh guru-guru tersebut ke sekolah. Ya memang tindakan itu kurang baik untuk dilakukan oleh guru, namun mungkin mereka melakukannya agar murid mereka jera atas kelakuannya tersebut dan tidak mengulanginya lagi.
Sebelum kita melakukan pembahasan-pembahasan lebih lanjut mengenai dampak apa saja yang akan ditimbulkan dari game, sebaiknya kita mengetahui apa sebenarnya game itu, sejarah perkembangan game seperti apa saja, jenis-jenis dari game itu seperti apa, pengaruh apa saja yang ditimbulkan terhadap perkembangan pelajar dan juga tindakan apa yang dapat para orang tua dan pecandu game lakukan untuk dapat berhenti terhadap kecanduan game dan mencegah si anak agar tidak terlalu terpengaruh terhadap game, dan memberikan game yang baik untuk perkembangan anak kepada anak mereka agar si anak tidak merasakan kalau masa bermainnya semakin berkurang akibat orang tua yang terlalu memaksakan anak untuk belajar terus menerus dan melupakan masa bermain yang seharusnya juga diterima oleh si anak agar jiwa kreatif mereka semakin berkembang.

2. Perkembangan Game Dari Zaman ke Zaman
Game pertama muncul dari Atari 2600 yang merupakan konsol game pertama yang sukses pada tahun 1977. Konsol ini dirilis pada bulan oktober 1977 (pada tahun 1977, kita masih didalam angan-angan orang tua kita ya hehe. Jadi kita tidak sempat menikmati atau merasakan seperti apa Atari 2600 tersebut, game apa saja yang dapat dimainkan dengan Atari 2600 itu). Setelah sukses dengan Atari 2600, konsol generasi selanjutnya yang dirilis sebagai generasi dari Atari 2600 adalah Atari 7800, konsol ini dirilis tahun 1986. Pada konsol ini, sudah dibuat yang namanya joystick untuk memudahkan pemain dalam memainkan game-game yang ada di Atari 7800, namun harganya yang tinggi mengakibatkan banyak pemain kesulitan dalam membeli konsol tersebut. 
Setelah Atari 2600 dan Atari 7800, kemudian muncul konsol bernama NES (Nintendo Entertaintment System), pada konsol ini, game-game yang tersedia mulai menggunakan system 8 bit. Kalian pasti tau kan game Mario Bros ? nah game tersebut adalah game pertama yang menggunakan sistem 8bit. Pasti kalian pernah memainkan game tersebut saat masih kecil, mungkin menggunakan Sega atau Playstation. Setelah laris dengan game Mario bros nya, kemudian muncul konsol generasi selanjutnya yaitu Sega Mega Drive, merupakan game konsol generasi ketiga dengan mulai menggunakan sistem 16bit yang pasti tampilannya terlihat lebih halus dari pada game yang menggunakan sistem 8bit yang masih terlihat kotak-kotak. Sega Mega Drive dirilis pada tahun 1988. Setelah kita kenal game Mario Bros yang menggunakan sistem 8bit, pada Sega Mega Drive juga mengeluarkan game yang cukup terkenal semasa kita kecil, yaitu game Sonic the Hedgehog yang menggunakan sistem 16bit yang tampilan game tersebut sudah jauh lebih baik dari pada Mario Bros yang masih menggunakan sistem 8bitnya.  Kalian tentu pernah juga memainkan Sonic the Hedgehog, ituloh yang karakter utamanya landak berwarna biru dan keahliannya adalah menggelinding.
Pada generasi selanjutnya yaitu generasi keempat, muncul konsol baru yang diberi nama Playstation, sebuah konsol yang sukses di zamannya dan terlaris. Playstation ini sudah mengembangkan sistem 32bit yang akan lebih baik graphicnya dibanding dengan sistem 8bit maupun sistem 16bit. Pada generasi kelima, playstation semakin dikembangkan lagi oleh sony dengan mengusung nama Playstation 2 atau yang biasa kita kenal sebagai PS2. Di generasi kelima ini muncul konsol-konsol lain yang tidak kalah dengan Playstation 2, yaitu Xbox  dan Sega. Kemudian banyak perusahaan mulai berlomba-lomba dalam membuat konsol dan mengembangkannya. Di generasi selanjutnya ada Playstation 3 dan kemudian pada generasi sekarang ini muncul Playstation 4 yang graphic gamenya sudah semakin canggih dari Playstation generasi pertama, graphic playstation 4 ini sudah seperti didunia asli, karakter dan efek semakin terlihat nyata.

3. Pengertian Game

Menurut Wikipedia (2012) menyatakan bahwa : “video game is an electronic game that involves human interaction with a user interface to generate visual feedback on a video device. (game adalah sebuah permainan elektronik yang melibatkan interaksi antara pemain dengan interface game untuk menghasilkan efek umpan balik secara visual pada perangkat video.) Menurut bahasa, game berasal dari bahasa inggris yang artinya permainan. Dalam bahasan ini, permainan adalah sebuah video yang dapat dimainkan oleh pemain melalui alat permainan seperti komputer atau laptop dan konsol seperti Playstation, Xbox 360, Nintendo Wii dan sebagainya. Permainan tersebut melibatkan interaksi dengan pemain agar dapat menimbulkan efek visual seperti umpan balik dari permainan yang mereka mainkan.

4. Jenis-Jenis Game

Jenis game berdasarkan alat yang digunakan:
Ø  Pertama
Arcade games atau yang biasa kita sebut dengan dingdong. Arcade games masih bisa ditemui dibeberapa game center, dengan game yang bisa dimainkan seperti Street Fighter. Kalian mungkin pernah memainkan arcade games, itu loh yang alatnya seperti mesin ATM, ada 2 joystick yang bentuknya seperti lollipop dan terdiri atas 3 tombol, tombol warna merah, kuning dan biru sebagai alat untuk mengkontrol permainannya atau yang menyediakan alat seperti senapan untuk memainkan game-game peperangan, itu dinamakan arcade games dan menggunakan uang logam untuk dapat memainkannya.
Ø  Kedua
PC Game merupakan game yang tersedia untuk dimainkan di komputer atau laptop.
Ø  Ketiga
Konsol Game merupakan alat game yang portable, bisa dibawa kemanapun. Contoh konsol game itu antara lain, Sega, Playstation, Xbox, Nintendo Wii. Yang dalam permainannya diperlukan stick untuk mengkontrol game yang ingin dimainkan oleh pemain.
Ø  Keempat
Handheld Games, dari namanya kita bisa mengetahui bahwa alat game yang satu ini bisa dibawa kemana-kemana alias portable, ukurannya yang sesuai genggaman kedua tangan dengan sebuah monitor kecil di tengahnya. Contoh Handheld Games yaitu Nintendo DS (biasa disebut NDS), Sony PSP (Playstation Portable) dan PS Vita.
Ø  Kelima
Mobile Games, adalah games yang hanya bisa dimainkan di Handphone, Tablet  atau PDA. Kalian pasti memainkannya di handphone atau tablet kalian, saya pun sering memainkannya di handphone.

v Jenis game berdasarkan jenis permainannya:
Ø  Pertama
Shooting merupakan sebuah jenis permainan yang berlatarkan sebuah peperangan atau kehidupan mafia. Dalam game jenis ini, dibutuhkan kecepatan refleks yang cepat, kemampuan tangan dan mata yang tajam, dan juga timing yang pas agar dapat memenangkan sebuah pertarungan tembak-tembakan. Contoh dari game jenis ini adalah Counter Strike, Call of Duty, Battlefield, Grand Theft Auto, Point Blank dan masih banyak lagi.
Ø  Kedua
Fighting merupakan jenis permainan yang menuntut pemain untuk dapat mengkontrol pertarungan 1 lawan 1. Dalam jenis ini dibutuhkan kemampuan mata yang tajam guna melihat peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menjatuhkan lawan. Contoh game jenis ini adalah Street Fighter dan masih banyak lagi
Ø  Ketiga
Pertualangan merupakan jenis permainan dimana dalam sebuah game tersebut kita diharuskan berjalan ke beberapa kota demi menjalankan sebuah misi. Dalam permainan jenis ini lebih mengutamakan sudut pandang ke 3 dibanding sudut pandang orang pertama dan memiliki tampilan 3D (3 dimensi). Game jenis ini lebih mengutamakan alur cerita dan kemampuan berpikir para pemainnya dalam memecahkan teka teki ataupun menyimpulkan peristiwa layaknya seorang detektif. Contoh game jenis ini adalah Grand Theft Auto, Tomb Raider, Assassin Creed, Prince of Persia dan masih banyak lagi.
Ø  Keempat
Racing merupakan jenis permainan balapan seperti balapan mobil, motor, sepeda, skateboard atau yang lainnya. Dalam game jenis ini, kita diharuskan untuk dapat membalap lawan-lawan yang ada dihadapan kita demi menjadi juara. Contoh game jenis ini adalah, Grand Turismo, Downhill, BMX, Moto GP dan masih banyak lagi.
Ø  Kelima
Role Playing merupakan game yang menekankan pada alur cerita, kita sebagai pemain menjadi karakter utama dalam suatu cerita tersebut. Contoh game jenis ini ada Final Fantasy, World of Warcraft, Rising Force dan masih banyak lagi.
Ø  Keenam
Strategi, merupakan game yang menekankan pada strategi pemain dalam mengkontrol sebuah pertarungan, kemampuan berpikir pemain dan membutuhkan kecepatan refleks yang cepat. Contoh game jenis ini adalah, Chess, Dota, Command Qonquer dan masih banyak lagi.
Ø  Ketujuh
Simulasi merupakan jenis permainan yang menekankan pada kemampuan pemain dalam mengkontrol permainan seperti mengendarai mobil, motor, membangun sebuah kota dengan pemain sebagai gubernur atau presidennya, membangun sebuah bangunan, mengatur tata kota dan di jepang sana sedang popular game berjenis date simulation (simulasi kencan) pemain seolah-olah sedang melakukan kencan didalam permainan tersebut. Contoh game jenis ini adalah the Sims City, the Sims dan sebagainya.
Ø  Kedelapan
Olahraga merupakan jenis permainan yang menekankan olahraga dalam permainan, seperti voli, sepak bola, tenis, tenis meja, baseball, mendayung dan sebagainya. konsol (jenis permainan yang mempunyai alat bantu seperti Stick untuk memudahkan pemain dalam memainkan game) yang sudah memberikan fasilitas agar pemain terasa seperti sedang berolahraga sungguhan adalah Nintendo Wii Fit, dengan alat ini kita diharuskan bergerak sesuai arah di dalam permainan. Contoh game, Pro Evolution Soccer, Fifa dan sebagainya.

5. Dampak Game Terhadap Perkembangan Anak

Munculnya berbagai game yang semakin beragam ini perlu ditindak secara positif dan negatif, karena game tidak hanya menimbulkan dampak negatif saja, namun juga dapat menimbulkan dampak positif bagi perkembangan anak. Sebagai orang tua, pasti kita tidak ingin anaknya tidak mendapatkan kebutuhan akan game berkurang kan ? maka dari itu, kita sebagai orang tua atau orang yang mengerti akan dampak-dampak dari game yang semakin beragam ini agar dapat memberikan anaknya game-game apa saja yang cocok atau sesuai usia si anak. Tentu kita tidak mau kalau anak umur dibawah 10 tahun memainkan game-game kekerasan yang bisa saja berdampak pada perkembangan kejiwaan si anak, mungkin si anak menjadi anak yang nakal, keras atau suka melawan orang tua sesuai dengan game yang mereka mainkan. Seperti yang pernah diberitakan oleh detik.com, seorang anak berusia 8 tahun telah membunuh temannya yang berusia 6 tahun dengan cara membenamkan kepala korban kedalam air. Nuredy salah seorang tetangga pelaku menduga kalau perbuatan itu terjadi akibat si pelaku terlalu banyak bermain game dan menonton film yang bertema kekerasan. Sangat tidak sesuai untuk kejiwaan anak bukan? Maka dari itu orang tua hendaknya menyaring game apa saja yang boleh dimainkan dan tidak boleh dimainkan anaknya.
Zaman sekarang ini, game-game semakin berkembang dan mendapatkan pandangan positif dikalangan remaja, mereka berpendapat bahwa bermain game dapat menghilangkan kepenatan yang banyak disebabkan oleh banyaknya tugas-tugas di sekolahnya atau diperkuliahan, selain itu game dapat memberikan jiwa kreatif pada mereka. Mungkin yang dimaksud dengan memberikan jiwa kreatif adalah mereka yang menyukai permainan lebih berinovasi dalam menciptakan sebuah permainan baru. Mungkin juga jika mereka menghadapi suatu masalah, mereka akan lebih kreatif dalam mencari jalan keluar atas masalah yang menimpanya. Namun tetap saja para orang tua wajib mengawasi anaknya, game apa yang mereka mainkan, dampaknya bagaimana terhadap perkembangan anak mereka dan seberapa sering si anak memainkan game tersebut. Dari 3 masalah diatas, para orang tua harus lebih waspada terhadap apa yang anaknya mainkan. Dampak positif dan dampak negatif apa yang akan didapatkan oleh anak dari game yang mereka mainkan? Mari kita lihat lebih jauh mengenai dampak-dampak yang akan ditimbulkan dari sebuah game.

v Dampak negatif dari game:
Ø  1. Kurang tidur. Anak yang sudah kecanduan game akan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain game, dalam bermain game si anak akan lupa waktu dan akhirnya melupakan waktu tidur yang ideal untuk usianya. Waktu tidur yang ideal adalah 6-7 jam, namun anak yang sudah kecanduan game akan kekurangan waktu tidurnya demi mencapai level maksimal di game dan menjadi pemain peringkat 1 di permainan yang mereka mainkan. Sebaiknya para orang tua membatasi waktu bermain anak jangan sampai mereka masih bermain didepan layar monitor hingga larut malam. Ada teman saya yang sering tidur di kelas pada saat jam pelajaran, ketika saya tanya alasan dia tertidur di kelas adalah karena dia bergadang hingga larut malam untuk mencapai level tertinggi di game yang dia mainkan. Kalau dia sering tertidur di kelas karena belajar hingga larut malam mungkin masih tidak apa-apa, namun kalau cuma untuk bermain game? apa itu pantas? menurut saya tidak, itulah salah satu tugas orang tua untuk membatasi waktu bermain anak agar budaya bergadang untuk bermain game sedikit menghilang dari kehidupan pelajar sekarang-sekarang ini.
Ø  2. Hidup Kotor. Orang yang telah kecanduan game akan merasa acuh terhadap lingkungan disekitar mereka. Tidak sedikit gamer (pecandu game) yang membuang sampah bekas makanan disembarang tempat, bekas puntung rokok yang sudah habis mereka hirup dibuang secara sembarang pula. Saya sering sekali melihat hal seperti ini ketika mengunjungin beberapa warnet di dekat tempat tinggal saya. Padahal tempat sampah sudah disediakan oleh sipenjaga warnet di setiap sudut, namun mereka yang sudah kecanduan game akan malas untuk beranjak dari depan monitornya untuk berjalan ke tempat sampah dan membuang sampah bekas makanan dan puntung rokok mereka dan mereka yang telah kecanduan game akan malas untuk mandi karena mereka pikir, “mandi 1x sehari sudah lebih dari cukup jadi mending lanjut ke game saja” padahal mandi 1x sehari tidaklah cukup untuk membersihkan diri dari kuman dan bakteri yang menempel pada tubuh.
Ø  3. Mengisolasi diri. Mereka yang sudah kecanduan game akan sering berada didalam rumah, mengisolasi diri dari kehidupan luar dan memfokuskan dirinya kedunia game. Ya walaupun didalam game yang mereka mainkan masih bersosialisasi dengan orang-orang sesama gamer, namun mereka jadi melupakan teman-teman disekitar rumahnya. Mereka yang sudah kecanduan game akan lebih senang mencari teman yang sama-sama menyukai game, karena mereka dapat bertukar pikiran mengenai game tersebut, leveling bersama, berpetualang bersama atau bahkan berbisnis bersama didalam game tersebut. Saya pun mengalaminya, saya sering mengisolasi diri dalam kamar ketika pulang dari sekolah untuk bermain games dan hanya keluar dari kamar untuk makan, ke kamar mandi, menjalankan ibadah, pergi ke warnet dan pergi ke rumah teman untuk bermain games bersama-sama.
Ø  4. Stres. Mereka yang kecanduan oleh game akan terbayang-bayang oleh kehidupan nyata, mungkin mereka ingin berhenti dari kecanduan tersebut namun sangatlah susah bagi pecandu game untuk berhenti bermain akibatnya mereka menjadi stress karena memikirkan cara agar mudah melupakan game dan memfokuskan diri ke kehidupan mereka yang sesungguhnya. Saya sendiri sering mengalaminya, saya ingin bisa lepas dari pengaruh kecanduan games. Namun hal itu sulit dilakukan karena setiap saat saya selalu memikirkan game, memikirkan cara mengalahkan musuh dalam beberapa pukulan atau sejenisnya. Akibatnya saya tidak bisa berhenti dari efek kecanduan game tersebut dan sedikit pusing atau stress karena memikirkan cara agar bisa berhenti dan memfokuskan diri di kehidupan nyata demi kesuksesan di masa depan nantinya.
Ø  5. Munculnya Penyakit Artritis Reumatoid (radang sendi). Menurut kamus kesehatan dalam Definisi : Reumatoid Artritis menyatakan bahwa : “Reumatoid artritis (RA) atau penyakit rematik adalah radang sendi yang menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, kekakuan dan kehilangan fungsi pada sendi Anda. RA dapat memengaruhi setiap sendi tetapi terutama di pergelangan tangan dan jari. RA adalah penyakit autoimun, yang berarti sistem kekebalan tubuh Anda secara keliru menyerang jaringan tubuh sendiri.
Ø  6. Munculnya penyakit Carpal Tunnel Syndrome. Menurut Zikri dalam Carpal Tunnel Syndrome (Buat yang berlebihan ngomput, nge-net, nge-game, sms, & chat) menyatakan bahwa : “Carpal Tunnel Syndrom adalah penyakit yang terjadi pada pergelangan tangan serta jari yang disebabkan oleh tekanan yang sering terjadi pada bagian tersebut. Dan biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse, walaupun banyak penyebab lainnya tetapi pemakaian komputer yang terlalu sering menjadi salah satu penyebab yang paling banyak terjadi untuk penyakit persendian pergelangan tangan ini.
Ø  7. Menurunkan nafsu makan. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa orang-orang yang sudah terlalu asik bermain akan susah untuk disuruh makan, saat bermain game biasanya akan tidak merasakan lapar sehingga mereka melupakan makan dan lanjut bermain game. Salah satu fakta game dapat menurunkan nafsu makan adalah, mereka yang sudah keseringan bermain game akan lupa waktu karena terlalu fokus terhadap game yang sedang dimainkannya. Mereka yang sudah kecanduan game, akan sulit mengatur pola makan mereka karena cenderung lebih senang bermain game daripada makan.
Ø  8. Memunculkan sifat agresif. Mereka yang telah kecanduan game akan cenderung tidak mau kalah dari pemain lain, mereka akan terlalu berambisi dan agresif untuk dapat menjadi pemain terbaik digame tersebut dan juga mereka sering menirukan adegan yang ada di dalam game tersebut di dunia nyata. Munculnya ambisi dan keagresifan tersebut mungkin juga terbawa hingga kedunia nyata. Misalkan ketika kegiatan game mereka diganggu oleh orang lain, mereka mungkin akan bertindak agresif terhadap si pengganggu tersebut. seperti yang pernah diberitakan di Videogamesindonesia.com, ada seorang anak remaja berusia 16 tahun di Oakland, California melakukan aksi kriminal dengan membakar seorang penumpang bus bernama Sasha Felischman yang berusia 18 tahun ketika ia sedang tertidur di bus. Walau belum ada bukti bahwa game Grand Theft Auto dan Manhuntlah yang telah “menginspirasi” pemuda tersebut untuk berbuat kriminal, namun banyak saksi berpendapat seperti itu. Pendapat itu mungkin karena saat itu game Grand Theft Auto dan Manhunt sedang digemari oleh para gamer.
Ø  9. Lebih sering berbohong. Berbohong adalah suatu hal yang wajar dilakukan oleh para pecandu game untuk menyembunyikan sifat mereka yang dianggap kurang wajar di mata orang yang bukan pecandu game. Selain itu mereka yang banyak bermain game online yang memerlukan cash point untuk membeli item-item yang terbilang mahal untuk usia pelajar. Mereka yang kebanyakan masih pelajar berbohong kepada orang tua mereka untuk mendapatkan uang demi membeli item digame dengan mengatasnamakan kegiatan sekolah bahkan ada yang sampai mencuri uang orang tua. Seperti yang diberitakan tribunnews.com, seorang anak SMP dikabarkan telah mencuri uang orang tua sebesar 600 ribu – 1 juta rupiah untuk membeli item-item atau untuk bermain game yang dia sukai. Anak SMP tersebut pernah berkata pada kakaknya, bahwa “produk atau item di game tersebut bisa dijual kembali, layaknya chip di permainan poker. Namun dalam kemasan yang berbeda.
Ø  10. Radiasi monitor membuat mata menjadi kurang sehat. Sudah kita ketahui dari beberapa artikel yang ada di internet bahwa monitor dapat menimbulkan banyak dampak buruk terhadap kesehatan mata. Berdasarkan hasil riset yang dilakukan American Optometric Association (AOA) (dalam Dampak Radiasi Layar Monitor Komputer bagi Mata) menyatakan bahwa : “radiasi komputer dapat menyebabkan kelelahan mata dan gangguan lainnya pada mata. Kebanyakan gejala yang dikeluhkan responden adalah soal kelelahan mata, pandangan menjadi kabur dan mata kering. Masalah visual lainnya yang timbul adalah soal gangguan sakit kepala dan sakit leher atau bahu.
Ø  11. Mudah lelah. Seorang gamer jarang sekali beraktifitas yang memerlukan fisik, mereka lebih sering duduk diam di depan layar monitor sambil memainkan game kesukaan mereka. Karena mereka jarang melakukan aktifitas yang memerlukan fisik, ketika beraktifitas yang memerlukan fisik mereka akan lebih cepat lelah dibanding dengan orang-orang yang sering melakukan aktifitas fisik.

Setelah menjabarkan dampak negatif dari game, sekarang saya ingin menjabarkan dampak positif apa yang dapat dirasakan para gamer dari game mereka mainkan.
          Dampak positif :
Ø  1. Aktifitas Fisik. Memang game yang biasa diliput media atau biasa kita jumpai merupakan game yang tidak memerlukan aktifitas fisik, tapi ada beberapa jenis game yang memerlukan aktifitas fisik pula. Salah satu alat game atau konsol yang dikenal memerlukan aktifitas fisik untuk penggunaannya adalah Nintendo Wii Fit. Dengan konsol tersebut, pemain dapat memilih game-game berjenis sport (olahraga) seperti voli, badminton, sepak bola, mendayung dan masih banyak lagi tipe permainanya yang mengharuskan pemain bergerak sesuai arah yang ada didalam permainan tersebut, jika bermain game voli, maka kita berperan menjadi atlet voli dan beradegan seperti layaknya atlet yang sedang bertanding di kejuaraan.
Ø  2. Meningkatkan kemampuan koordinasi mata dengan tangan. Games berjenis action, sport, shooting dan juga fighting membutuhkan kelincahan tangan dalam membuat refleks yang cepat di dalam permainan tersebut. Selain dibutuhkan kelincahan tangan demi membuat reflek yang cepat, dibutuhkan pula akurasi mata yang tajam untuk melihat peluang agar dapat memenangkan game tersebut. Kemampuan tersebut juga dapat terefleksi di kehidupan nyata untuk melakukan aktifitas-aktifitas yang memerlukan kemampuan dalam koordinasi mata dengan tangan.
Ø  3. Peningkatan kemampuan belajar. Game jenis strategi, action dan puzzle dapat meningkatkan kemampuan berpikir para pelajar dalam memecahkan masalah dan membuat sebuah keputusan untuk mencapai suatu tujuan. Dengan dilatihnya kemampuan tersebut, seharusnya para gamer yang kebanyakan adalah pelajar dapat memecahkan masalah lebih baik dibanding dengan yang tidak bermain game. Namun jika terlalu sering bermain game akan berdampak pula pada penurunan kemampuan belajar karena jarang membaca atau belajar.
Ø  4.Mengurangi stress. Salah satu tujuan dari seorang gamer adalah untuk mengurangi stress yang biasanya diakibatkan dari banyaknya tugas-tugas di sekolah maupun di kampus atau adanya masalah di lingkungan tempat tinggalnya.
Ø  5. Meningkatkan kemampuan kerja tim. Mereka yang sering memainkan game-game berjenis shooting yang mengharuskan pemainnya untuk melakukan kerja tim demi keberhasilan sebuah permainan. Dengan meningkatnya kerja tim di sebuah game akan berdampak pula pada kehidupan nyata, mereka akan lebih mudah dalam membangun kerja tim dan mulai menghilangkan sifat egoisnya.
Ø  6. Dapat membuat senang. Dampak positif terbesar dari bermain game adalah membuat pemain merasa senang, ntah karena mereka dapat menyelesaikan banyak misi atau bisnis di dalam game sukses besar.
Ø 7. Dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan. Sudah menjadi kenyataan bahwa game online dapat menjadi sumber penghasilan yang cukup menggiurkan. Item yang tergolong kuat di dalam game akan mempunyai nilai jual yang tinggi, dan tingginya level karakter di dalam game juga akan mempunyai nilai jual yang tinggi. Oleh karena itu banyak orang bermain game online untuk mencari uang dan juga untuk menghilangkan kejenuhan.
 Setelah mengetahui apa saja dampak positif dan negatif dari game. Saya ingin membantu para orang tua yang mempunyai anak pecandu game dan membantu pelajar yang susah berhenti dari kecanduan game agar dapat berhenti dari kecanduan tersebut.

Dari beberapa teman-teman dan juga alasan saya bermain game adalah karena kurangnya perhatian orang tua, karena masalah di sekolah maupun lingkungan dan karena kadang orang tua sering memarahi tanpa alasan yang jelas. Dari alasan-alasan tersebut, hal yang dapat orang tua lakukan untuk mengurangi sifat kecanduan terhadap game pada anak adalah :
Ø Pertama
Pahami si anak. Cari tahu kenapa si anak bermain game. Banyak hal yang dapat dijadikan sebuah alasan tersebut, salah satunya yaitu mungkin di keluarganya, si anak tidaklah dianggap atau selalu disalahkan, namun di dunia game dia mungkin menjadi pemain yang terkenal di game tersebut dan menjadi pemain terbaik, sehingga si anak lebih senang berada di dunia game dibanding dunia nyata. Sebagai orang tua, seharusnya dapat membantu anak dalam akademis, hargailah si anak dengan memuji apa yang telah berhasil dia raih dan jangan bersikap acuh terhadapnya, bantulah dia dalam menghadapi setiap masalahnya.
Ø Kedua
Hindarilah sikap marah terhadap si anak. Terlalu sering marah terhadap si anak bisa menjadi alasan kenapa si anak merasa acuh kepada kehidupan dunianya dan beralih ke dunia game dimana mereka menjadi seorang yang sangat dihargai oleh pemain lain.
Ø Ketiga
Tanyalah kepada si anak tentang kehidupannya disekolah. Bagaimana pergaulannya di sekolah. Jika si anak mendapat masalah di sekolah maupun lingkungan dia biasa bermain, bantulah mereka dalam menghadapinya dengan sikap tenang.

Dari beberapa teman saya yang telah lepas dari efek kecanduan game, mereka menyarankan beberapa hal yang dapat pecandu game lakukan untuk mengurangi sifat kecanduan terhadap game :
Ø Pertama
Perbanyak kesibukan yang positif di dalam organisasi sekolah, lingkungan maupun kampus. Dengan adanya kesibukan tersebut, keinginan kita untuk bermain game secara perlahan akan berkurang karena waktu kita telah banyak terbuang untuk hal-hal yang lebih positif dan berkurangnya waktu untuk bermain game.
Ø Kedua
Dekatkanlah diri kepada Allah dan orang tua. Dengan mendekatkan diri pada Allah dan orang tua, mereka akan merasa lebih nyaman dalam menjalani kehidupannya di dunia nyata. Jika ada masalah, mintalah pertolongan Allah agar dimudahkan dalam menyelesaikan masalah tersebut dan meminta pendapat orang tua agar orang tua tahu masalah apa yang sedang dihadapi anaknya.

6.    Kesimpulan
Perkembangan game semakin cepat seiring perkembangan zaman dan tuntutan pemain yang menginginkan game agar lebih atraktif, seru, menantang dan compatible (mampu untuk dimainkan) dengan konsol atau komputer yang mereka miliki. Dari perkembangan game tersebut, muncul pula dampak negatif dan positif dari adanya game tersebut. Sebagai orang tua tidak boleh melihat game hanya dari dampak negatifnya saja, tapi juga melihat dari sisi positifnya juga. Game dapat meningkatkan sifat kreatif pada anak dalam memecahkan sebuah masalah dan dalam berkreasi. Jadi sebagai orang tua, sebaiknya mengerti game apa saja yang cocok dimainkan oleh anak mereka yang tentunya sesuai dengan usia perkembangannya bukan malah melarang anaknya bermain game.

7.    Daftar Acuan

Jumat, 01 Januari 2016

PENGARUH BERMAIN GAME KOMPUTER TERHADAP PENINGATAN DAYA KERJA OTAK



PENGARUH BERMAIN GAME KOMPUTER TERHADAP PENINGATAN DAYA KERJA OTAK


Disusun Oleh :
Manajemen Informatika D3 Sore


Nama   :  Moch. Bimo Sapto Hoetomo Putro

NIM    :  3115100929




PENGANTAR


Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas limpahan rahmatnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah dengan judul “PENGARUH BERMAIN GAME KOMPUTER TERHADAP PENINGATAN DAYA KERJA OTAK” ini dengan baik.
Penulisan karya tulis ilmiah ini dimaksudkan untuk memenuhi tugas mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis mengalami beberapa kendala. Namun berkat bantuan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah ini dengan baik. Pada kesempatan ini sudah selayaknya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penulis yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu dalam karya tulis ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih ada banyak kekurangan. Oleh karena itu, saran dan kritik dari semua pihak khususnya pembaca sangat penulis harapkan. Harapan penulis, karya tulis ini dapat berguna dan bermanfaat bagi penulis dan juga bagi para pembaca.
























DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ................................................................................................i
KATA PENGANTAR ............................................................................................ii
DAFTAR ISI ..........................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................1
A.    Latar Belakang.................................................................................................1
B.     Rumusan masalah ...........................................................................................2
C.     Tujuan .............................................................................................................2
D.    Manfaat ............................................................................................................3
E.     Sistematika Penulisan .....................................................................................3
BAB II LANDASAN TEORI .................................................................................5
A.    Kerangka Teori.................................................................................................5
B.     Hipotesis .........................................................................................................7
BAB III METODOLOGI PENELITIAN................................................................8
A.    Jenis Penelitian.................................................................................................8
B.     Teknik Pengumpulan Data..............................................................................8
C.     Teknik Analisis Data.......................................................................................9
D.    Instrumen Penelitian.........................................................................................9
E.     Variabel Penelitian.........................................................................................10
BAB IV PEMBAHASAN....................................................................................................11
A.    Deskripsi Data................................................................................................11
B.     Pembahasan Hasil Penelitian.........................................................................11
C.     Pengaruh game pada otak..............................................................................12
BAB V PENUTUP..............................................................................................................15
A.    Kesimpulan ....................................................................................................15
B.     Saran..............................................................................................................16

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN


A.        Latar belakang masalah
Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, permainan elektronik telah mengalami perkembangan yang begitu pesat. Game elektronik yang dulunya hanya dikenal oleh masyarakat perkotaan, sekarang juga telah merambah kota-kota kecil maupun pedesaan.
Game yang sebenarnya ditujukan untuk anak-anak dan remaja, tidak sedikit juga orang dewasa yang kerap memainkanya. Tak heran jika angka dari peminat game atau yang kerap disapa gamer ini terus meningkat tiap tahunnya. Hal ini membuat para produsen PC game makin bersemangat memproduksi game-game dalam versi terbarunya jika versi yang pertama sudah laris di pasaran.
Beberapa jenis game juga dapat mempengaruhi cara kerja otak dari para gamer. Game yang bertemakan strategi atau game yang menggunakan pikiran dapat menambah tingat kecerdasan seseorang. Game dengan tema seperti ini dapat mendukung insting seseorang untuk bertahan, berkuasa, dan perasaan emosional lainnya. Game ini menuntut seseorang untuk melatih kemampuan otaknya untuk menemukan strategi yang pas untuk memenangkan game dengan tema seperti ini.
Banyak game yang juga membutuhkan unsur ketelitian, kecepatan, kelincahan dan keahlian khusus untuk menyelesaikannya. Semua game didunia ini diproduksi dengan jenis yang berbeda-beda, ada yang menyukai game dengan genre peperangan, olahraga, strategi, balapan, bahkan juga ada game yang bergenre horror.
Akan tetapi game juga dapat menyebabkan efek kecanduan terhadap penggunanya. Seseorang juga bisa menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer hanya untuk bermain game. Terutama pada kalangan pelajar, yang sering melalaikan tugasnya hanya untuk bermain game.
Game juga dapat mengirimkan sugesti kepada otak kita, agar kita juga mengikuti dan ikut serta dalam situasi yang ada didalam game. Hal ini tidak dapat dibiarkan karena cukup banyak materi dalam video game yang memuat unsur kekerasan dan unsur-unsur terlarang lainnya untuk bebas dimainkan oleh anak dibawah umur.
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas, maka penulis ingin membahas permasalahan ini dengan mengangkat judul “Pengaruh Bermain Game Komputer Terhadap Peningkatan Daya Kerja Otak”.


B.        Rumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah diatas, maka secara umum  permasalahan dari yang akan diteliti dalam penelitian adalah :
1.       Bagian otak mana sajakah yang berpengaruh ketika seseorang sedang bermain game?
2.       Game apa sajakah yang dapat meningkatkan daya kerja otak ?
3.       Bagaimanakah pengaruh sebuah game computer sehingga dapat meningkatkan daya kerja otak ?
C.        Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusanmasalah yang telah diuraikan maka tujuan dalam penelitian adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui bagian otak yang berpengaruh ketika seseorang sedang bermain game.
2.      Untuk mengetahui jenis game yang dapat meningkatkan daya kerja otak
3.      Untuk mengeteahui pengaruh sebuah game computer sehingga dapat meningkatkan daya kerja otak.

D.        Manfaat Penelitian
1.      Menambah informasi tentang game-game komputer yang dapat meningkatkan daya kerja otak.
2.      Menambah informasi mengenai pengaruh bermain game komputer terhadap cara kerja otak.
3.      Menambah informasi mengenai bagian otak yang berpengaruh ketika bermain game.
E.        Sistematika penulisan
    Sistematika penulisan dalam karya tulis ilmiah dengan judul: “Pengaruh Bermain Game Komputer Terhadap Peningkatan Daya Kerja Otak” adalah sebagai berikut:
BAB I adalah PENDAHULUAN yang berisi Latar Belakang Masalah, Rumusan Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian,  dan SistematikaPenyajian.
BAB II adalah LANDASAN TEORI yang berisi Kerangka Teori, Kerangka Berpikir, dan Hipotesis.
BAB III adalah METODOLOGI PENELITIAN yang berisi Jenis Penelitian, Populasi dan Sampel, Teknik Pengumpulan Data, Teknik Analisis Data, Instrumen Penelitian, dan Variabel Penelitian.
BAB IV adalah PEMBAHASAN yang berisi Deskripsi Data dan Pembahasan dan Hasil Penelitian.
BAB V adalah PENUTUP yang berisi Kesimpulan dan Saran.







































BAB II
LANDASAN TEORI


A.        Kerangka Teori
1.      Teknologi
Teknologi adalah metode ilmiah untuk mencapai tujuan praktis; ilmu pengetahuan terapan atau dapat pula diterjemahkan sebagai keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Secara umum, teknologi dapat didefinisikan sebagai entitas, benda maupun tak benda yang diciptakan secara terpadu melalui perbuatan dan pemikiran untuk mencapai suatu nilai. Dalam penggunaan ini, teknologi merujuk pada alat dan mesin yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah-masalah di dunia nyata. Ia adalah istilah yang mencakupi banyak hal, dapat juga meliputi alat-alat sederhana, seperti linggis atau sendok kayu, atau mesin-mesin yang rumit, seperti stasiun luar angkasa atau pemercepat partikel. Alat dan mesin tidak mesti berwujud benda. Teknologi virtual, seperti perangkat lunak dan metode bisnis, juga termasuk ke dalam definisi teknologi ini.
2.      Permainan Game Komputer
Game computer adalah game yang dimainkan di komputer bukan game-game yang dimainkan di konsol permainan seperti play station,xbox,nitendo,dan lain-lain. Game komputer yang beredar saat ini sangat mengunggulkan dari segi grafik,grafik grafik nya pun mengalami revolusi dari yang sederhana hingga bersifat kompleks.
Dalam pembuatan game biasanya dibuat oleh satu atau lebih game developer, untuk yang lebih dari satu biasanya dia mengandeng developer yang lebih terperinci seperti artist game,grafik dan sebagainya. Dalam pendistribusian game biasanya dijual dalam kepingan cd/dvd atau bisa juga di download. Game-game komputer pun biasanya mencantumkan standard harware PC yang digunakan, seperti processor,graphic card,dll, itu semua berguna agar game bisa tampil secara sempurna.
3.      Game online
Sebenarnya game online tidak jauh berbeda dengan game pada umumnya, game online menggunakan jaringan internet sehingga game jenis ini dapat dimainkan oleh banyak orang dari tempat yang berbeda, mulai dari lintas daerah hingga lintas dunia. Bgai para penikmat game ini yang tidak memiliki koneksi internet di rumah biasanya mereka akan merelakan waktu dan materi mereka untuk menikmati game ini. Salah satu keunggulan game online adalah kita dapat berinteraksi langsung antara pemain yang satu dengan pemain yang lainnya., sehingga faktor inilah yang membuat game ini sangat menarik dan mempunyai daya interaktif yang tinggi. Untuk jenis game ini diperlukan server dan client. Server adalah penyedia layanan gaming yang merupakan basis agar client-client yang terhubung dapat memainkan permainan dan melakukan komunikasi dengan baik. Suatu server pada prinsipnya hanya melakukan administrasi permainan dan menghubungkan client-client. Sedangkan client adalah pengguna permainan dan memakai kemampuan server.
4.      Otak
Otak adalah pusat sistem saraf pada vertebrata dan banyak invertebrata lainnya. Otak manusia adalah struktur pusat pengaturan yang memiliki volume sekitar 1.350cc dan terdiri atas 100 juta sel saraf atau neuron. Otak mengatur dan mengkoordinir sebagian besar gerakan, perilaku dan fungsi tubuh homeostasis seperti detak jantung, tekanan darah, keseimbangan cairan tubuh dan suhu tubuh. Otak manusia bertanggung jawab terhadap pengaturan seluruh badan dan pemikiran manusia. Oleh karena itu terdapat kaitan erat antara otak dan pemikiran. Otak dan sel saraf didalamnya dipercayai dapat memengaruhi kognisi manusia. Pengetahuan mengenai otak memengaruhi perkembangan psikologi kognitif. Otak juga bertanggung jawab atas fungsi seperti pengenalan, emosi. ingatan, pembelajaran motorik dan segala bentuk pembelajaran lainnya.

B.        Hipotesis
Berdasarkan uraian teori di atas, penulis memiliki hipotesis bahwa dengan bermain game komputer dapat meningkatkan daya kerja otak dan kecepatan berpikir seseorang.















BAB III
METODE PENELITIAN


A.        Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang dibutuhkan untuk membuat karya tulis ilmiah ini adalah menggunakan penelitian kualitatif. Peneletian kualitatif adalah penelitian yang hasilnya diperoleh melalui pengamatan dan pencarian informasi melalui berbagai sumber seperti buku dan internet. Hasil penelitian berupa data-data deskriptif tanpa melakukan perhitungan dengan rumus absolut.

B.         Teknik Pengumpulan Data
Studi pustaka dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk memperoleh informasi dari penelitian terdahulu yang harus dikerjakan, tanpa memperdulikan apakah sebuah penelitian menggunakan data primer atau data sekunder, apakah penelitian tersebut menggunakan penelitian lapangan ataupun laboratorium atau didalam museum. Dalam pengertian lain studi pustaka adalah segala usaha yang dilakukan oleh peneliti untuk menghimpun informasi yang relevan dengan topik atau masalah yang akan atau sedang diteliti. Studi pustaka merupakan langkah yang penting sekali dalam metode ilmiah untuk mencari sumber data sekunder yang akan mendukung penelitian dan untuk mengetahui sampai ke mana ilmu yang berhubungan dengan penelitian telah berkembang, sampai ke mana terdapat kesimpulan dan degeneralisasi yang pernah dibuat.
Langkah pertama dalam studi pustaka memberikan definisi dari setiap variabel yang diteliti, jika terdapat 3 variabel maka ketiga variabel tersebut didefinisikan dari minimal tiga sumber, sehingga muncul sembilan definisi lalu dibuat suatu kesimpulan melalui definisi-definisi yang dikutip.
Langkah kedua Kerangka teori yang mendasari masalah dan bidang yang akan diteliti dapat ditemukan dengan melakukan studi pustaka. Selain itu penulis dapat memperoleh informasi tentang penelitian-penelitian sejenis atau yang ada kaitannya dengan penelitiannya, dan penelitian-penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan melakukan studi pustaka, penulis dapat memanfaatkan semua informasi dan pemikiran-pemikiran yang relevan dengan penelitiannya Informasi itu dapat diperoleh dari buku-buku ilmiah, laporan penelitian, karangan-karangan ilmiah, tesis dan disertasi, peraturan-peraturan, ketetapan-ketetapan, buku tahunan, ensiklopedia, dan sumber-sumber tertulis baik tercetak maupun elektronik.



C.        Teknik Analisis Data
1)            Studi pustaka dengan menggunakan buku sumber dan juga mengunduh dari internet.
2)            Menganalisis data yang diperoleh dengan menggunakan sumber-sumber informasi yang tersedia.
3)            Menarik kesimpulan.

D.        Instrumen Penelitian
Dalam penulisan karya tulis iilmiah ini, penulis menggunakan instrumen penelitian sebagai berikut :
1)            Buku sumber
2)            E-book
3)            Data dari internet

E.         Variabel Penelitian
1)          Variabel bebas, merupakan variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat. Dalam karya tulis ilmiah ini variabel bebasnya adalah Game komputer.
2)          Variabel terikat merupakan variable yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya veriabel bebas. Dalam karya tulis ilmiah ini, variabel terikatnya adalah daya kerja otak.











BAB IV
PEMBAHASAN

A.        Deskripsi Data
Penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 25 Maret – 25 April 2013 ini dilakukan di Karangduwur kecamatan Kemiri. Penelitian ini diawali dengan mencari sumber-sumber yang terkait dengan materi penelitian. Setelah mencari sumber-sumber tersebut penulis membaca dan memahaminya kemudian sumber-sumber tersebut dianalisis lalu penulis menarik kesimpulan dari hasil analisa tersebut.

B.         Pembahasan Hasil Penelitian
1)            Fungsi bagian-bagian otak
a)            Otak depan
Area yang menentukan suatu rencana dilaksanakan atau tidak. Pada bagian ini tersimpan nilai-nilai agama, moral, adat-istiadat yang menjadi rambu-rambu tindakan yang dipelajari sejak kecil.
b)            Otak kiri
Area yang menentukan kemampuan berbahasa dalam menjelaskan ide-ide. Daerah ini juga merupakan daerah logika matematika.
c)            Otak kanan
Area rasa seni. Daerah ini menentukan kemampuan Anda dalam melukis, membuat puisi, membuat novel, dan membuat pilihan kata-kata halus dalam berbahasa.
d)           Otak kecil
Area ini adalah area yang memiliki keterlibatan dalam banyak hal, yakni kognitif (pemikiran), afeksi (perasaan), otonom (kemandirian), nyeri, atensi (fokus, perhatian), eksekutif (pemimpin, pengambil keputusan), dan memori.
e)            Reward circuit
Di dalam otak ada zat kimia yang disebut dengan dopamin. Dalam hal belajar, dopamin ini akan membuat anak memiliki rasa senang belajar, bahkan ketagihan belajar. Ketagihan atau tidak terhadap sesuatu tergantung bagaimana kita mengelola sirkuit penghargaan ini.
f)             Papez circuit
Suatu jalur utama di otak besar dan berperan untuk mengontrol emosi.
g)            Hippocampus area
Merupakan bagian yang berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi atau penguasaan ruangan. Jika Anda gemar dan mudah menghafal sesuatu, masih bisa mengingat sifat-sifat dan kegemaran teman-teman semasa kecil Anda, atau mudah menghafal rute perjalanan maka area hipokampus Anda sangat berkembang dan bekerja dengan baik.

C.        Pengaruh game pada otak
1.      Kemampuan Otak Kecil
Otak kecil yang dahulu diduga hanya berperan sebagai alat keseimbangan, ternyata memiliki fungsi yang besar. Berdasarkan penelitian menggunakan alat kedokteran yang canggih berupa foto PET-scan (Positron Emission Tomography scan) dan f-MRI (functional Magnetic Resonance Imaging) menunjukkan bahwa otak kecil mampu “mengajari” otak besar. Kemampuan otak kecil ini sudah dibuktikan dengan pemeriksaan pemain tetris dengan menggunakan PET-scan. Metabolisme awal bermain tetris meningkat di seluruh bagian otak, terutama otak besar. Namun, semakin lama sinyal PET-scan menunjukkan metabolisme otak besar semakin turun, dan diikuti peningkatan sinyal metabolisme hanya pada otak kecil, dengan skor pemain tetris yang semakin tinggi dan kecepatan permainan yang semakin cepat.
2.      Game yang dapat meningkatkan dayakerja otak
·         Portal
Kemampuan memperhitungkan jarak sangat penting saat bermain game, begitu pula di portal walaupun anda bisa menyelesaikan tantangan yang ada melalui teleport. Penelitian terbaru yang dilakukan di vanderbilt university membuktikan bahwa dengan bermain game selama 10 jam maka kemampuan navigasi anda akan menjadi lebih baik. Portal adalah salah satu game yang bagus untuk itu.
·         Braid
Tidak ada game yang melatih otak seperti braid. Dengan kemampuan sederhana untuk memundurkan waktu, dunia yang ada di dalam game ini punya beberapa keanehan seperti benda-benda yang tak berpengaruh saat waktu mundur dan gerakan yang mengikuti alur waktu. Terakhir, anda akan menghadapi teka-teki yang mungkin terasa sulit jika ada di awal game.
·         Tetris
Tidak hanya memperkuat struktur sel di dalam otak, penelitian terkini yang di lakukan universitas oxford menunjukan bahwa tetris bisa membantu mengatasi efek traumatis dengan menyibukan bagian otak yang terpengaruh oleh kejadian traumatik tersebut sehungga lama-kelamaananda bisa melupakannya.
·         Supreme commander
Ada suatu titik di game-game strategi di mana daerah kekuasaan anda begitu luas dan kompleksitasnya sangat tinggi dan hanya bisa bergantung pada otak anda sendiri. Supreme commander benar-benar menguji kemampuan anda hingga batasnya untuk mengatur ekonomi dan merespon lebih cepat untuk mengatur unit anda. Inilah plahraga otak sejati.
·         Audiosurf
Musik sudah terbukti bisa memperbaiki kierja otak seperti memperkuat memori. Tidak ada lagi game yang lebih baik dari audiosurf untuk mendapatkan manfaat musik. Melalui game ini, anda akan menggunakan bagian otak anda lebih banyak dibandingkan hanya dengan mendengarkan musik biasa karena keterampilan anda juga bisa digunakan disini.
·         Sudoku
Penelitian yang dilakukan oleh RS St Michael di Toronto, Kanada, ini menemukan bermain teka-teki dan sudoku memiliki keuntungan positif bagi otak. Permainan seperti sudoku atau teka-teki dapat berpengaruh besar bagi otak karena permainan ini didesain agar seseorang berpikir secara signifikan. Dalam permainan sejenis ini, seseorang tidak terganggu dengan berbagai macam aktivitas lain, dan fokus terhadap kemampuan dirinya memutar otak agar menemukan jawaban yang tepat.








BAB V
PENUTUP

A.        Kesimpulan
Setelah menganalisis berbagai informasi yang telah diperoleh, penulis dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :
1)            Bagian pada otak yang berpengaruh saat bermain game adalah :
·         Otak depan
·         Otak kiri (area bahasa dan logika matematika)
·         Otak kanan (kreativitas, seni)
·         Otak kecilSirkuit Penghargaan
·         Sirkuit Papez (emosi)
·         Hippokampus (memori)
2)            Input yang diterima oleh otak saat bermain game adalah input yang berupa objek visual dan suara.
3)            Pengaruh yang terjadi pada otak setelah bermain game adalah :
a.              Frontal lobe
Ini adalah bagian yang akan bekerja saat anda bermain game strategi. Frontal lobe-lah yang mengenali apakah perbuatan yang anda lakukan baik atau tida. Bagian ini juga akan mencegah perilaku anti sosial.
b.              Parietal lobe
Parietal lobe menumpulkan berbagai informasi yang berada di bagian apapun di otak anda dan menggabungkan sehinga anda bisa memperhitungkan jarak serta menggunakan suatu obyek.
c.              Temporal lobe
Fungsi utamanya adalah untuk berbicara yang mungkin tidak akan banyak membantu saat bermain game, namun bagian ini merupakan kunci untuk memori jangka panjang.
4)            Contoh game yang dapat meningkatkan daya kerja otak adalah :
a)            Portal
b)            Braid
c)            Tetris
d)           Supreme Commander
e)            Audiosurf
f)             Sudoku
5)            Game dapat meningkatkan daya kerja otak

B.         Saran
Setelah memperoleh kesimpulan, penulis ingin memberikan beberapa saran antara lain :
1)                Untuk para pembaca disarankan untuk lebih memperhatikan dampak yang ditimbulkan setelah bermain game agar tidak berakibat buruk pada otak.
2)                Untuk pemerintah disarankan untuk lebih menggiatkan produksi game agar dapat bersaing dalam kancah internasional.


DAFTAR PUSTAKA

Anita Desiani, M. A. (2007). Konsep Kecerdasan Buatan. Yogyakarta: Andi Publisher.
http://bebas.vlsm.orgmping. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
http://dianhusadaalvionietha.blogspot.com/p/struktur-mata-dan-mekanisme-
melihat.html. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
http://id.wikipedia.org/wiki/Otak. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
http://mutiarakasihschool.blogspot.com/2008/09/perkembangan-bagian-otak           berdasarkan.html. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
http://rizkiekasatria.wordpress.com/2011/02/25/klasifikasi-game/. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
http://www.aktivasiotak.com/fungsi_otak.htm. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
http://www.cara-tips.com/meningkatkan_kecerdasan_anak.htm. (diunduh tanggal
03 Juni2013)
http://www.pesatnews.com/read/2013/04/21/25979/sudoku-latih-kemampuan-
otak. (diunduh tanggal 03 Juni2013)
Hermaya, T. 1996. Tubuh Manusia. Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: Tira Pustaka.
Pasiak, T. (2006). Manajemen Kecerdasan - Memberdayakan IQ, EQ, dan SQ untuk Kesuksesan Hidup. Bandung: Mizan.